Minggu, 07 Oktober 2012

azmyasya: kewirausahaan dan etika profesi

azmyasya: kewirausahaan dan etika profesi: Kewirausahaan dan etika profesi adalah suatu pemblajaran mengenai bagaimana caranya kita berwirausaha dengan baik sesuai dengan etika-etika ...

Minggu, 30 September 2012

Ulama Besar Syafi’iyah Bicara Hukum Cadar | Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.
Indonesia menganut pemahaman Syafi’iyah, demikianlah yang sudah kita ketahui bersama. Di kalangan masyarakat kita, cadar (penutup wajah bagi wanita) sering dianggap suatu yang aneh. Namun tidak demikian kata ulama Syafi’iyah yang tersohor. Sehingga sungguh sangat aneh jika ada kalangan Syafi’iyah yang memandang cadar itu adalah istrinya teroris, bahkan sampai dikata “ninja” dengan maksud mengejek. Simak tulisan singkat berikut sebagai bukti bahwa ulama Syafi’iyah menyatakan disyari’atkannya mengenakan penutup wajah atau cadar bagi wanita muslimah.
Pendapat Ibnu Hajar Al Asqolani
Beliau adalah di antara ulama besar Syafi’iyah yang memiliki kitab rujukan kaum muslimin yaitu Fathul Bari sebagai penjelasan dari kitab Shahih Al Bukhari. Ibnu Hajar rahimahullah pernah mengatakan,
ويقوى الجواز استمرار العمل على جواز خروج النساء إلى المساجد والاسواق والاسفار منتقبات لئلا يراهن الرجال ولم يؤمر الرجال قط بالانتقاب لئلا يراهم ...  إذ لم تزل الرجال على ممر الزمان مكشوفي الوجوه والنساء يخرجن منتقبات
“Yang menguatkan bolehnya meneruskan amal sehingga wanita boleh keluar ke masjid, pasar, asalkan dengan penutup wajah agar laki-laki tidak melihat mereka. Sedangkan laki-laki sama sekali tidak diperintahkan untuk berniqob (memakai penutup wajah) agar wanita tidak melihat mereka. ... Oleh karena itu dari masa ke masa, laki-laki itu selalu terbuka wajahnya (tidak memakai penutup wajah) sedangkan wanita selalu keluar (rumah) dalam keadaan wajahnya tertutup.” (Fathul Bari, 9/337)
Pendapat Jalaluddin Al Mahalli
Beliau adalah salah satu di antara dua penulis kitab tafsir Al Jalalain. Beliau menjelaskan surat Al Ahzab ayat 59, Allah Ta’alaberfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".” (QS. Al Ahzab: 59). Jilbab adalah pakaian yang menutupi wanita. Yaitu diberi keringanan menampakkan satu mata saja ketika keluar (rumah) karena ada kebutuhan. Seperti itu lebih mudah dikenal sebagai orang merdeka, beda halnya dengan budak (yang wajahnya terbuka). Oleh karenanya janganlah wanita yang menutup rapat auratnya disakiti, dia sungguh jauh berbeda dengan budak perempuan yang membuka wajahnya. Dan orang munafik dahulu biasa menyindir (mengganggu) wanita yang terbuka auratnya. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa kalian yang telah lalu karena enggan menutup aurat. Allah menyayangi kalian sehingga memerintah kalian untuk menutup aurat. (Tafsir Al Jalalain, hal. 437, cetakan Dar As Salaam)
Pendapat Jalaluddin As Suyuthi
Beliau adalah penulis kitab tafsir Al Jalalain bersama Jalaluddin Al Mahalli dan keduanya adalah ulama besar Syafi’iyah. Ketika menjelaskan surat Al Ahzab ayat 59, beliau rahimahullah menjelaskan tafsir firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59). Ayat ini menerangkan perintah hijab bagi seluruh wanita. Maksud ayat ini adalah memerintahkan untuk menutup wajah kepala dan wajah wanita. Sedangkan hal ini tidak diwajibkan atas budak wanita.
Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia membicarakan ayat tersebut dengan mengatakan, “Allah telah memerintah para wanita beriman jika mereka keluar karena ada hajat, untuk menutup kepalanya dengan jilbab dan menampakkan satu mata saja.” (Al Iklil fii Istinbatil Tanzil, As Suyuthi, hal. 214)
Demikian sebagian bukti bahwa ulama Syafi’iyah tidak menganggap aneh cadar (penutup wajah). Bahkan mereka menyatakan wanita memang harus demikian agar lebih menjaga diri mereka.
Wallahu waliyyut taufiq. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Reference: Fatawa Kibar Ulama Al Azhar Asy Syarif Hawlal Hijaab, hal. 22-25

Selasa, 25 September 2012

((¯`•.¸♥ DO'A UNTUK SAHABATKU ♥¸.•´¯))


Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

(Teruntuk semua sahabatku yang sudah mendoakan segala yang terbaik buat ana dengan atau tanpa sepengetahuan ana...dengan segala rendah hati ana ucapkan..Jazakumullahi khayran katsir
Wa barakallahu fiikum )

Ya Allah...

Ku titipkan sebuah'KADO'untuk sahabat-sahabat ku..
Ini memang bukanlah bingkisan mahal,istimewa atau barang lainnya..

'KADO'yang tak ada harganya bila diperhitungkan dengan nilai uang..

Tapi'Kado'sederhana ini hanyalah sebuah'DOA'Namun benar-benar tulus dan moga menjadi kebaikan buat mereka.

Ya Allah...

Berilah kebaikan dan yang terbaik dalam hidup mereka..
Berikan kemudahan dalam setiap aktivitas mereka ,keselamatan dan kebahagiaan...Perkenankan apa yang mereka citakan..

Tetapkan kesabaran bila menghadapi ujian,kesusahan dan kesempitan...Kemudahan dalam kesulitan dan jalan keluar untuk setiap permasalahan ..

Lindungilah mereka,jauhkan dari hal-hal buruk dan bimbinglah mereka selalu ..Agar senantiasa berada di jalan yang lurus dan tetapkankan dalam kebenaran..Ridhailah mereka,berkahilah setiap langkah mereka dan jauhkan dari bermaksiat kepada-Mu.. Ampunilah dosa-dosa mereka dan lindungi dari lupa bersyukur kepada-Mu..

Ya RABB..

Tiada TUHAN selain ENGKAU yang maha mengetahui hajat hamba-hamba-Mu..Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong..Kabul kanlah doa ini dan berikan yang sama bagiku juga yang mendoakan mereka..Aamiin ya Robbal Alamin...

Sahabatku...
Kejernihan akhlakmu sangat kukagumi, kerendahan hatimu sangat kuhormati.Tingkah lakumu, mengingatkan ku betapa indahnya ciptaan Ilahi.

Tutur katamu, membuatkanku mahu menjadi hamba Allah yang sejati. Muliamu bukan karena rupa, harta maupun apa saja, muliamu karena dirimu memuliakan Allah dalam setiap perkara.
Moga dirimu dan diriku terus istiqomah dalam kebaikan..pemanis kata, penyejuk hati.. ^_^

Semoga Allah meridhai putik-putik Ukhuwah yang ditaburi dalam perjalanan ini...dan semoga Allah mengikat hati-hati kita hingga ke Jannah-Nya....Aamiin Allahumma Aamiin.

Jazakumullahi Khayran Katsir.
Wa Barakallahu Bii Ridhaillah.
Salam Senyum Santun Uhibbukum Fillah.

Jumat, 08 Juni 2012

Funny photo effects

Funny photo effects

Hernawatty Bahrudiin: Solusi Jika Kita DiFitnah dan DiZhalimi

Hernawatty Bahrudiin: Solusi Jika Kita DiFitnah dan DiZhalimi

Solusi Jika Kita DiFitnah dan DiZhalimi


  • Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah diFitnah dan diZhalimi orang lain. Kadang kita ini sudah berhati-hati, berbuat baik. Namun kebaikan dan prestasi kita, tidak selamanya dapat dukungan dan penghargaan. Ternyata ada juga yang mencibir, kemudian memfitnah dan menzhalimi diri dan keluarga kita. Hal ini membuat kita down dan hampir-hampir bisa stress. Orang-orang yang suka memfitnah itu ternyata bukan hanya memfitnah, tapi ia juga meneror dan menyakiti kita dan keluarga kita lahir dan batin. Apa yang harus kita lakukan, jika kita  diFitnah dan diZhalimi  oleh orang lain. Solusi apakah yang diberikan oleh Islam dalam hal ini? Ada 5 solusi yang bisa kita lakukan , yaitu: 

  1. Menyiapkan mental untuk tetap tegar dan sabar kita harus   menghadapi kondisi apapun dan bagaimanapun. Baik senang atau susah. Jika kita  diFitnah dan diZhalimi . Maka sebenarnya itu bonus buat kita. Allah sayang terhadap kita. Karena hakikatnya kalau kita  diFitnah dan diZhalimi , maka keburukan kita akan diberikan kepada yang memfitnah dan menzhalimi kita. Sebaliknya kebaikan orang yang memfitnah akan diberikan kepada kita. Jika kita tahu akan hal ini. Hati kita akan tenang. Ternyata orang yang memfitnah dan menzhalimi itu adalah orang-orang yang merugi dan menghancurkan diri mereka sendiri.
  2. Ridha dan ikhlas menerima fitnah dan kezhaliman dari orang lain, Rasululullah mengajarkan agar kita ikhlas menerima fitnah dan kezhaliman dari orang lain. Perumpamaannya adalah orang yang difitnah itu laksana bola pimpong yang ditekan kedalam air. Jika bola pimpong itu dilepaskan maka ia akan melompat tinggi ke angkasa. Demikianlah perumpamaan orang yang ridho dan ikhlas menerima fitnah dan kezhaliman dari orang lain, insya Allah derajatnya akan ditinggikan oleh Allah SWT. 
  3. Yakin Allah yang akan membalas Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar. Tidak ada satu atompun yang lepas dari pantauannya. Tidak ada satu kejahatanpun yang tidak akan dibalas. Jika kita difitnah oleh orang lain dan dizhalimi lahir dan batin. Pasrahkan kepada Allah. Jangan kotori hati dan jiwa kita untuk balas dendam. Ikhlaskan semuanya kepada Allah SWT. Allah yang akan membalasnya dengan siksa yang pedih. Alam semesta juga akan membalas kejahatan orang tersebut. Karena alam semesta adalah tentara Allah yang sangat setia kepada perintah-Nya. Maka Bersabarlah dan pasrahkan kepada Allah SWT. 
  4. Evaluasi Diri Jika kita  diFitnah dan diZhalimi . Maka yang harus kita lakukan adalah mengevaluasi diri kita. Apakah kita melakukan kesalahan seperti yang difitnahkan tersebut. Jika jawabannya "ya". Maka kita harus cepat-cepat bertaubat dan memperbaiki diri kita. Jika jawabannya "tidak". Bersabarlah, semua kejadian pasti ada hikmahnya. Kita tidak tahu ada skenario apa dibalik Fitnah tersebut. Yang jelas semua kejadian itu ada hikmah dan pelajaran yang terbaik buat kita. Kita harus lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Memohon perlindungan kepada-Nya  
  5. Hanya Allah-lah Satu satunya Penolong dan Pelindung Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu kecuali dengan izin Allah Swt. Baik berupa musibah maupun nikmat. Walaupun bergabung jin dan manusia seluruhnya untuk mencelakakan kita, demi Allah tidak akan jatuh satu helai rambut pun tanpa izin-Nya. Begitu pun sebaliknya, walaupun bergabung jin dan manusia menjanjikan akan menolong atau memberi sesuatu, tidak pernah akan datang satu sen pun tanpa izin-Nya. Mati-matian kita ikhtiar dan meminta bantuan siapapun, tanpa izin-Nya tak akan pernah terjadi yang kita harapkan. Maka, sebodoh-bodoh kita adalah orang yang paling berharap dan takut kepada selain Allah Swt. Itulah biang kesengsaraan dan biang menjauhnya pertolongan Allah Swt. Ketahuilah, makhluk itu “La haula wala quwata illa billahil’ aliyyil ‘ azhim” tiada daya dan tiada upaya kecuali pertolongan Allah Yang Maha Agung. Asal kita hanyalah dari setetes sperma, ujungnya jadi bangkai, ke mana-mana membawa kotoran. Allah menjanjikan dalam Surah Al-Thalaq ayat 2 dan 3, “Barang siapa yang bersungguh-sungguh mendekati Allah (bertaqwa), niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar bagi setiap urusannya, dan akan diberi rezeki dari tempat yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal hanya kepada Allah, niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya.” Oleh: KH.Shohibul Faroji Al-Robbani